Demijeunglala’s Weblog

November 19, 2009

menikah is a playground

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 6:05 am

Menikah begitu tergesa, keluar dari rumah orang tua, mengikuti suami. Lalu baru mengetahui bahwa suaminya memiliki sifat buruk. Suka main tangan, juga mengomel. Sedangkan sang istri juga hanya pandai bersolek, tidak pintar mengerjakan urusan dapur.

Lalu sang istri mengandung, saat dekat waktu melahirkan dia kembali ke rumah orang tuanya dengan alasan agar ada yang menjaga di masa-masa awal kelahiran.

Namun hingga anaknya berumur 9 bulan suami istri tersebut belum juga kembali berkumpul. Malah yang ada hanyalah SMS-SMS yang menyindir dari kedua belah pihak. Bukan hanya saling menyindir antara mereka tapi juga merembet ke orang tua dan keluarga besar.

Jadi sepertinya sudah diputuskan dalam diam kalau mereka tidak akan bersama lagi. Tetapi juga tidak menguruskannya secara hukum.

Sehingga sampai sekarang status mereka masih menggantung. Menikah, tapi tidak dalam arti yang sebenarnya.

——————

Uhm, ada juga model pernikahan seperti ini.

Masa pacaran dilalui dengan singkat, menikahpun karena si laki-laki selalu memburu dan (mungkin) yang wanita menerima dengan alasan takut berpisah kalau dia menolak.

Apakah menikah itu memang semudah itu?

Merasa cocok jalan, baru mencoba sebentar sudah pisah.

Haih enaknya punya pemikiran yang santai begitu.

Menjalani hidup bersama hembusan angin dan aliran air mengalir.

Walaupun apa yang saya lakukan sekarang juga tidak yang menentang-menentang arus banget, tapi untuk hal pernikahan kayanya saya termasuk orang yang ‘susah’.

Kayanya banyaaaaaak banget yang dipikirkan.

Saya jadi inget satu percakapan di satu film, yaitu “biarkan bintang menari’. My favorite movie deh. Walaupun banyak orang yang bilang itu film jelek.

Percakapannya antara anak dan bapak. Percakapannya kira2 seperti ini nih (gak inget pastinya),

Anak: “Emangnya cinta itu gampang?”

Bapak: “Ya, tapi juga jangan dibuat susah”

 

Memang bener banget tuh katanya bapak. Saya pribadi emang suka bikin urusan yang namanya cinta jadi susah. Dengan alasan ini itulah, yang terjadi saya malah Cuma melangkah di tempat.

Hhh, cape ah kalo ngomongin masalah perasaan.

Saya gak tau deh.

Mungkin seumur hidup akan sangat takut untuk mengambil satu langkah sehingga seumur hidup tidak akan beranjak kemana2.

Biarkan saja.

November 17, 2009

rain

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 8:17 am

Wah udah angin dingin berhembus ^^

Dan tadi pun sudah hujan dikit2. udara udah pada adem ^^ dan bau tanah mengembang dimana2. i love it!!

Jadi pingin makan es krim ^^

November 16, 2009

telunjuk menunjuk

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 7:25 am

Dear all

Hari ini mau cerita tentang satu bibi saya.

Ceritanya dia menikah dengan seorang duda. Setelah 15 tahun lebih menikah, baru ketahuan kalau ternyata selama ini dia BUKAN seorang duda. Yang lebih parahnya lagi ternyata selama ini bibi saya itu istri keDUA! Tapi bibi saya benar2 tidak tahu mengenai istri pertama ini. Memang selama menikah suaminya jarang di rumah, dengan alasan pekerjaan, mencari objekan.

Di masa-masa sulit bibi sayapun keluar omongan begini: “habis dulu mamak sih selalu paksa aku menikah

Ow, ow. Padahal dulu sewaktu mendorong menikah itu maksud nenek saya adalah karena:

  1. umur bibi saya yang sudah diatas 30
  2. pacarnya duda (yang mana biasanya pasti nyari istrilah)
  3. khawatir terlalu dekat, nanti kebablasan.

Jadi maksud nenek saya tuh, kalau memang serius ya menikahlah, daripada di gossipkan yang aneh2 oleh tetangga sekitar.

Tapi apa yang terjadi, maksud baik orang tua malah disalahartikan oleh anak.

Di saat prahara melanda, ibu lagi yang kena tunjuk.

 

Nah ini nih yang bikin saya sangat menolak keras menikah atas dasar demi menyenangkan orang tua. Atau menyenangkan siapapun lah.

Saya gak mau di saat susah datang, saya menyalahkan orang tua atas apa yang menimpa saya. Rasa-rasanya dosa saya ama orang tua tuh udah banyak dan menumpuk deh, gak perlu lagi saya nambahin dosa dengan membuat hati mereka susah karena tuduhan yang kejam seperti itu.

 

Jadi intinya saya lebih memilih dikatai anak tidak berbakti sekarang, daripada dimasa depan.

November 14, 2009

UNheard

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 9:28 am

Merasaaaaaa…….tak terdengar…..

Bukan…bukan merasa, tapi kayanya nyatanya seperti itu deh.

saya tak terdengar!!

Kenapa ya?

Sepertinya kerjanya saya kok Cuma dengerin orang ngomong aja. Giliran saya mau ngomong/curhat, kynya curhatan saya nih ga penting banget gitu.

Padahal curahtan mereka kan juga sebenarnya gak penting kaya rahasia negara atau gosip artis paling gress. Tapi saya dengerin juga. Karena saya mengerti pentingnya arti mendengarkan.

Bukan berarti saya mengeluh atau menggerutu karena harus mendengarkan curhatan. Saya melakukannya dengan ikhlas dan senang hati.

Namun ada kalanya saya juga ingin bercerita dan ingin didengarkan. Sekali-sekali saya ingin ini menjadi waktu saya. Sayalah yang harus di dengar, sayalah pusat perhatiannya.

Tapi kenapa sepertinya tidak ada yang mengerti ya?

Apakah saya meminta terlalu banyak?

 

Uhm sebenarnya ada seseorang yang suka mendengar saya bercerita, sayangnya saya tidak bisa terus2an berhubungan dengan dia hanya karena/saat saya ingin didengarkan saja. Karena saya khawatir dia akan salah paham akan kebutuhan saya akan kehadiran dia. Khawatir akan ada harapan yang tak bisa saya penuhi.

Lagipula orang ini pun saya agak curiga, sebenarnya dia itu hear saya atau listen??

Uhm, sayapun jadi makin malas membagi hati dan perasaan saya kepada orang lain. Siapapun orang itu.

Karena saya merasa semakin tidak ada siapapun yang memahami saya.

Sedangkan saya juga kadang merasa lelah memahami orang lain. Kenapa harus selalu saya? Sering sekali berpikir seperti itu.

 

Mungkin inilah yang membuat saya makin menyendiri sebagai satu individu. Pemikiran seperti ini dan lingkungan yang seperti itu.

Tapi saya tidak mau juga menyalahkan lingkungan atas apa yang saya putuskan. Anggap saja saya begini karena memang saya memutuskan untuk begini.

ultahnya linda

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 9:17 am

Hua ngantuknya hari ini.

Karena kemaren pergi sama teman2 sampe jam 11 malam baru sampe rumah. Mandi dan tidur mungkin pukul 12. seperti biasanya sih, tapi kalau biasanya tidur jam 12 tapi kan udah tiba di rumahnya dari jam 7 atau 8.

Kemaren kumpul di mall karena ada traktiran ultahnya Linda.

Yang datang pertama adalah saya dan tatik. Ketemu di parkiran sepeda motor.

Lalu setelah itu bertemu lala di food court, setelah itu berturut datang linda dan elok.

Hhmm, kayanya ada yang kurang deh.

Hehe. Yuan emang ga datang. Dan ketidakdatangannya membuat kita, terutama lala kecewa berat.

Karena kalau dihitung kita udah 6 bulanan gak ketemu sama Yuan.

Dan akhir2 ini memang dia ada berubah sikapnya. Tidak tahu kenapa, tapi kesannya kok menjauh dair kita2. sampai2 tunangan aja gak memberi kabar. Susah di telpon dan kalau di sms jarang membalas.

so seperti biasanya, kalau ada acara kumpul2 yang paling giat woro2 emang lala. Nah cerita nya tuh awalnya kita mau kumpul hari kamis, lalu karena linda ada acara keluarga, acara kitapun ganti ke jum’at.

Lah, si lala dan linda udah woro2 mengenai perubahan hari sejak hari selasa/rabu. Khusus untuk Yuan dan Elok malah pake di sms segala.

Tapi anehnya yuan di hari kamis sore meng-sms lala dan bertanya, nanti ketemuan dimana.

Lalu hari jum’atnya jam 7-an malam (kita janjian ketemuan jam 6), yuan baru ada sms dan berkata sorry karena dia harus lembur. Kemarin hari kamis dia udah minta ijin gak lembur tapi ternyata kita gak jadi ketemu, padahal dia udah terlanjur ‘mbolos’. Karena kemaren dia udah gak lembur, so hari jum’at pun tidak bisa minta gak lembur lagi.

Wahwahwah, kok kesannya kita yang salah sih??

 

Owow, si lala sampe menitikkan air mata saking keselnya.

Kesel karena kesannya alasannya sangat dibuat2.

Juga kesel karena kenapa memberitahu kok mendadak dan so last minute gitu. Kalo gak bisa datang karena lembur atau apa harusnya bisa ngomong dari awal donk. Gak perlu udah jamnya ketemuan baru ada explaination. Udah gitu di telpon dan di sms juga kembali gak bisa.

Halaaaah, repot dah. Gak tau whats wrong dengan teman kita yang satu itu.

 

Eniweiiiii, kayanya yang sedih dan hancur hatinya Cuma lala doank. Sebab yang lain kayanya gak kaget2 amet yuan berperilaku seperti itu :p

 

Setelah semua kumpul kitapun lanjut makan ke izzi pizza which is my 1st time, dan memang ENAK buanget deh!!!

Pizzanya beda.

Kejunya bener2 molor kaya di tipi2 gitu. Bukan Cuma iklan doank :D aku kegirangan banget sampe aku foto2in molornya pizza itu. xixi…

Lalu seperti biasa. Banyak cerita, banyak ketawa, agak ngerem makan….haha ngerasa udah tua, so mau jaga badan sedikitlah…huahahahahahha.

Banyak foto2 juga. Foto2 ngegilani pula. Awalnya doank pada duduk manis, yang berikut2nya pada hancur deh. Hehehe.

Aku ketawa ngekel banget sampe nangis2 karena satu cerita yang heboh di masa lalu ^^

 

Makannya sendiri gak abis banyak (gak mahal) karena linda ada kartu anggota dimana makan 1 gratis 1, so makan ber 5.

Pizza regular 2, 2 pasta, 1 kwetiaw, bruscheta, 2 pitcher lemon tea, 1 spagheti …. Cuma 179rebu…..makan ber 5, kenyang.

Sudah dekat jam tutup mall kita pun ber byebye.

 

Tapi di tengah jalan menuju parkiran sepeda motor, aku, lala, dan tatik yang searah mampir dulu ke KFC. Si tatik beliin menu anak buat anaknya. Dan kita melihat es krim waffle mini Cuma 5000 pun ngiler. Hehe.

Dessert deh, kan tadi belom ^^

 

Duduk lagi di sofa empuk, wah enaknya. Mpe gak mau berdiri :p

Deket jam 11 baru deh pada beranjak pulang.

Dan karena kita keluar parkir diatas jam 10, maka kena penalti harus tambah bayar 1000 perak :D

 

 

coba coba dulu

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 12:48 am

November 12, 2009

sit together

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 10:14 am

Sepertinya semua orang memiliki masa lalu yang buruk yah.

 

Karena saya pribadi sih emang merasa ada masa lalu yang kurang bagus (bukannya saya mengeluh. Tapi kenyataannya emang begitu).

Lalu suatu saat dulu saya dan teman saling membuka rahasia yang lama dipendam, dan ternyata masa lalu kita serupa walaupun tidak sama 100 %.

Lalu sekarang saya membaca satu blog teman yang sepertinya dia juga memiliki masa lalu yang kurang bagus. Apa masa lalunya itu saya tidak tahu pasti. Tapi dari tulisannya saya bisa sedikit mengira. Mungkin juga kiraan saya salah.

 

Tapi inti dari ketikan saya kali ini. Mungkin saja kalau kita semua duduk bersama dan saling membuka diri, kita akan kaget sendiri bahwa ternyata banyak dari kita memiliki pengalaman yang serupa. Dan juga kita tidak sendirian seperti yang kita pikirkan selama ini.

Memang kita tetap harus menjalani hidup sendiri, dengan usaha sendiri dan pemikiran sendiri. Tapi setidaknya kita tidak lagi menganggap masa lalu kita itu sesuatu yang BESAR dan (mungkin) kadang menjadi ganjalan atau pemikiran dalam hidup kita.

Oktober 30, 2009

males ke sakit ke merit (???)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 7:04 am

Hhhhmmm

Kok lagi males ya mau ngapa2in :(

Kerjaan lagi banyak. Tapi males ngerjain :(

Di rumah juga segalanya berantakan :(

Sakit gak pergi2 :(

Udah baikan sih, udah gak demam lagi. Tapi ingus dan batuk masih tinggal :(

Emak bapak kerjanya tengkar melulu :(

Eh, gak tengkar sih, tapi gak enak2an ati gitu :(

Makanya gw males tinggal serumah. Musti ngadepin dan melihat juga mendengar beginian saban ari :(

Duh, no wonder gw males merit :(

Loh, kok jadi nyalahin ortu?

Hhhmm, kapan2 deh aku ceritain :(

Oktober 28, 2009

hantam saja ^^

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 5:40 am

Semalam saya nyaris tidak tidur lelap!

Gelisah, gelibukan. Tendang kiri tendang kanan, balik kiri balik kanan (dengan membanting kaki dan tangan).

Berkali-kali mengeluarkan suara ‘ah…ih…uh….engh….’ dan lain sebagainya.

Intinya tidur saya gak tenang banget!

Kagak tau juga kenapa, mungkin karena sebelum tidur saya minum obat flu sampe 2 butir.

Tapi malam sebelumnya saya juga makan 2 butir dan efeknya malah saya tertidur pulas tuh. Biar kata berkeringat buanyak, tapi gak sampe bangun. Cuek aja tidur sampe pagi.

Lah kok semalam saya malah kagak tenang gitu.

Merem sih merem, tapi kok kayanya ada yang mengganggu gitu.

Bahkan sampe2 temen saya balas sms di jam 01.55 saya tau dan sempet baca juga, padahal hapenya saya getarin loh. Haha

Untungnya begitu bangun gak merasa mengantuk atau lemes kurang tidur.

Malah sepertinya flunya udah baikan.

Lebih enteng aja rasanya.

Mungkin karena faktor flunya udah gak separah kemaren trus saya hantam dengan minum 2 butir obat itu ya yang bikin saya gelibukan gak bisa tidur nyenyak. Habis over dosis sih……hehe ^^

Oktober 27, 2009

house for sale…story of sick

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — me @ 8:09 am

dear Reader/s,

Rumah ku ada 2 (rumah bapak ding :p).

Rumahnya sebelahan.

Nomor 7 dan nomor 6. ortu tinggal di nomor 6 dan anak2 di nomor 7. kebetulan anaknya sekarang Cuma tinggal saya aja. Yang lain dah ngilang karena kawin semua. Hehe

Dulu sebelum tinggal di rumah ini, rumahku (rumah BAPAKKU) Cuma satu, tapi lebih gede.

So waktu pindah, dengan alasan barang yang bejibun dan gede2, bapakpun beli rumah 2.

Nah karena ada satu hal, rumah no 7 pun dijual.

Dengan konsekuensi rumah no 6 akan direnovasi untuk menambah kamar dan dimajukan, dsb.

Sementara no 6 renov, semua barang2pun diangkut ke no 7.

Ortu pun ikut ngungsi ke no 7.

Dan sekarang setelah sebulan berlalu, renov selesai, dan barang2 pun kembali diangkut ke no 6. terutama lemari2 gedenya. Tanpa isi dulu. Kosongan aja.

Isinya masih keleleran di no 7.

Dan semalam waktu pulang, ternyata 3 lemari di kamar saya udah ikutan diangkut ke rumah sebelah. Sedangkan isinya masih keleleran memenuhi kamar sampai ranjang saya. Bleh…..semua koleksi buku2, dan kaset juga cd pada geletakan. Numpuk meninggi.

Kalo lagi begini baru deh keliatan kalau buku saya tuh banyaknya naudzubillah.

Dan sayapun berasa males mengingat besok waktu libur atau pulang kerja saya harus dikit2 masukin/rapiin dia semua kembali ke tempat yang saya inginkan.

Karena yang membongkar itu pake cara ngawur, alias gak liat temannya atau tempat asalnya. Padahal saya ini orangnya suka mengelompok2an barang. Hhhh….

 Dengan kamar yang amburadul seperti itu, sayapun kehilangan tempat bermalam. Mau tidur di rumah sebelah juga malas, karena kamar saya belum ada kasurnya.

Mau tidur bareng ortu juga lebih malas karena mereka pasti pake AC dan kipas, sedangkan saya sedang panas tinggi. Pantang angin.

 So saya rapiin dikit kamar bekas abang saya yang isinya baju2 gak seberapa.

Saya sisain dikit ruang ajalah, karena saya juga bukan tipe orang yang tidurnya gedubrakan, guling sini guling sana sampe kepala bisa ganti kaki. Hehe.

 Dan semalam itu memang rasanya menderita banget.

Saya masih mau keramas (bukan hanya sekedar mandi) karena kepala dah benar2 gak bisa diajak kompromi.

Setelah itu baru deh lulurin minyak kayu putih ke seluruh tubuh, pake lengan panjang dan celana panjang buat tidur.

Tidur juga gak pake kipas.

Huah! Tengah malam saya bener2 mandi keringat!!!

Saya ingat betul karena saya tersadar sedikit sambil usap wajah saya, air semua rasanya.

Tapi saya juga gak bisa bangun.

Mungkin karena udah negak 2 pil obat. Hehe.

Untung juga sih gak kebangun.

Kalo kebangun pasti susah mau merem lagi kan.

 Dan paginya saya bangun dengan amat sangat males!!!

Udah pengen sms temen kalo ari ini gak masuk aja.

Saya udah gak peduli bakal kena potong gaji sehari karena mbolos (yah beginilah perusahaan saya. Disini orang ga boleh sakit!!)

Tapi lalu teringat satu teman saya yang seminggu belakangan PP kerja bareng saya.

Rasanya kok gak etis tiba2 sms bilang gak bisa bareng dengan waktu yang begitu tiba2.

So dengan meyakinkan diri bahwa habis mandi saya akan feel better, sayapun pergi mandi.

Untungnya sih walau sedari pagi keadaan di toko (saya kerja di toko jualan mur baut. Saya kerja di kantornya) sangat hectic, membuat saya harus lari sini lari sana, tapi keadaan umum saya lumayan bagus.

So sampai sekarang masih bisa bertahan. Walupun udah lemes, cape :(

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.