Menikah begitu tergesa, keluar dari rumah orang tua, mengikuti suami. Lalu baru mengetahui bahwa suaminya memiliki sifat buruk. Suka main tangan, juga mengomel. Sedangkan sang istri juga hanya pandai bersolek, tidak pintar mengerjakan urusan dapur.
Lalu sang istri mengandung, saat dekat waktu melahirkan dia kembali ke rumah orang tuanya dengan alasan agar ada yang menjaga di masa-masa awal kelahiran.
Namun hingga anaknya berumur 9 bulan suami istri tersebut belum juga kembali berkumpul. Malah yang ada hanyalah SMS-SMS yang menyindir dari kedua belah pihak. Bukan hanya saling menyindir antara mereka tapi juga merembet ke orang tua dan keluarga besar.
Jadi sepertinya sudah diputuskan dalam diam kalau mereka tidak akan bersama lagi. Tetapi juga tidak menguruskannya secara hukum.
Sehingga sampai sekarang status mereka masih menggantung. Menikah, tapi tidak dalam arti yang sebenarnya.
——————
Uhm, ada juga model pernikahan seperti ini.
Masa pacaran dilalui dengan singkat, menikahpun karena si laki-laki selalu memburu dan (mungkin) yang wanita menerima dengan alasan takut berpisah kalau dia menolak.
Apakah menikah itu memang semudah itu?
Merasa cocok jalan, baru mencoba sebentar sudah pisah.
Haih enaknya punya pemikiran yang santai begitu.
Menjalani hidup bersama hembusan angin dan aliran air mengalir.
Walaupun apa yang saya lakukan sekarang juga tidak yang menentang-menentang arus banget, tapi untuk hal pernikahan kayanya saya termasuk orang yang ‘susah’.
Kayanya banyaaaaaak banget yang dipikirkan.
Saya jadi inget satu percakapan di satu film, yaitu “biarkan bintang menari’. My favorite movie deh. Walaupun banyak orang yang bilang itu film jelek.
Percakapannya antara anak dan bapak. Percakapannya kira2 seperti ini nih (gak inget pastinya),
Anak: “Emangnya cinta itu gampang?”
Bapak: “Ya, tapi juga jangan dibuat susah”
Memang bener banget tuh katanya bapak. Saya pribadi emang suka bikin urusan yang namanya cinta jadi susah. Dengan alasan ini itulah, yang terjadi saya malah Cuma melangkah di tempat.
Hhh, cape ah kalo ngomongin masalah perasaan.
Saya gak tau deh.
Mungkin seumur hidup akan sangat takut untuk mengambil satu langkah sehingga seumur hidup tidak akan beranjak kemana2.
Biarkan saja.